Berikut biografi singkat Sufyān bin ‘Uyainah bin Abī ‘Imrān Maymūn رحمه الله:
Sufyān bin ‘Uyainah bin Abī ‘Imrān Maymūn (سفيان بن عيينة بن أبي عمران ميمون) adalah salah satu imam besar dalam ilmu hadits dan ulama terkemuka abad ke-2 Hijriah. Ia lahir pada tahun 107 H dan wafat pada tahun 198 H di Makkah.
Beliau berasal dari Kufah, namun sejak kecil pindah dan menetap di Makkah, yang kemudian menjadi pusat keilmuannya. Sufyān bin ‘Uyainah dikenal sebagai hafizh hadits, tsiqah, dan memiliki kedalaman ilmu dalam hadits, tafsir, dan fiqh. Ia termasuk ulama Ahlus Sunnah yang sangat tegas dalam menjaga kemurnian sunnah Nabi ﷺ.
Perjalanan Menuntut Ilmu
Beliau mulai mendengar hadits di usia sangat muda. Di antara guru-guru terpentingnya adalah:
- ‘Amr bin Dīnār (guru yang paling banyak ia riwayatkan darinya)
- Az-Zuhrī
- Hishām bin ‘Urwah
- Yahyā bin Sa‘īd al-Anshārī
Dari mereka, ia menyerap bukan hanya hafalan hadits, tetapi juga metode pemahaman, ketelitian lafaz, dan kehati-hatian dalam meriwayatkan.
Ia dikenal sangat menjaga sanad. Bahkan disebutkan bahwa ia mampu menyebutkan hadits beserta jalurnya dengan sangat rinci dan cepat.
Kedudukan Ilmiah dan Karakter Kepribadian
Sufyān bin ‘Uyainah dikenal sebagai:
Imam dalam hadits Hijaz
- Hafizh yang kuat hafalannya
- Ahli tafsir dan fiqh
- Tegas dalam memegang sunnah
Ia juga dikenal memiliki ketajaman pemahaman makna hadits. Banyak ulama menyebut bahwa ia tidak sekadar meriwayatkan, tetapi juga mampu menjelaskan sisi hukum dan hikmah dari hadits.
Dalam aspek akhlak, beliau dikenal zuhud dan berhati-hati dalam berbicara. Ia tidak mudah berfatwa tanpa dasar yang jelas.
Murid-Murid Besar dan Pengaruhnya
Majelisnya di Makkah menjadi rujukan para penuntut ilmu dari berbagai negeri. Di antara murid-muridnya:
- Muhammad bin Idris al-Shafi‘i
- Ahmad bin Hanbal
- Ali bin al-Madini
- Yahya bin Ma'in
- Abdullah bin al-Zubayr al-Humaydi
Melalui mereka, riwayat dan metode ilmiahnya tersebar luas. Banyak sanad dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim melewati jalurnya.
Ujian di Akhir Usia
Sebagian ulama menyebutkan bahwa pada akhir hidupnya hafalannya sedikit berubah. Namun para imam hadits seperti al-Bukhari dan Ahmad bin Hanbal sangat selektif dan hanya meriwayatkan hadits-hadits lama yang terjaga dengan kuat. Karena itu, kedudukannya tetap tinggi dan tidak tercela dalam jarh wa ta‘dil.
Para kritikus hadits sepakat menilainya sebagai:
- Tsiqah
- Hujjah
- Imam dalam hadits
Wafat
Beliau wafat di Makkah pada tahun 198 H dalam usia sekitar 91 tahun. Wafatnya menjadi kehilangan besar bagi dunia ilmu, khususnya tradisi hadits Hijaz.
Warisan Keilmuan
Warisan terbesar Sufyān bin ‘Uyainah bukan berupa kitab yang ia tulis sendiri, melainkan:
- Ribuan hadits yang diriwayatkan melalui sanadnya
- Metode kehati-hatian dalam periwayatan
- Pengaruh intelektual kepada para imam besar setelahnya
Ia dikenang sebagai pilar utama sanad Hijaz, penjaga sunnah, dan penghubung emas antara tabi‘in dan generasi imam mujtahid.
Penilaian Ulama Jarḥ wa Ta‘dīl
Secara umum, para ulama sepakat (ijma‘) atas ketsiqahannya dan keimamannya dalam hadits.
Penilaian Positif (Ta‘dīl)
- Yahya bin Ma'in: ثقة حجة (Tsiqah dan hujjah)
- Ahmad bin Hanbal: ما رأيت أحداً أعلم بحديث أهل الحجاز منه “Aku tidak melihat seorang pun yang lebih mengetahui hadits Hijaz darinya.”
- Ali bin al-Madini: Menjadikannya sebagai poros sanad Hijaz.
- Al-Nasa'i: ثقة مأمون (Tsiqah dan terpercaya)
- Ibn Hajar al-Asqalani dalam Taqrīb at-Tahdhīb: ثقة حافظ فقيه إمام إلا أنه تغيّر حفظه بآخره (Tsiqah, hafizh, faqih, imam — hanya saja hafalannya sedikit berubah di akhir hayatnya)
Kesimpulan dari sisi ta‘dīl:
Beliau berada pada derajat tsiqah mutqin, bahkan hujjah.
Catatan :
Perubahan hafalan di akhir usia
Beberapa ulama menyebutkan bahwa di penghujung hidupnya terjadi sedikit perubahan pada hafalannya (ikhtilāṭ ringan).
Namun:
- Riwayat yang masuk dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim berasal dari periode kuatnya.
- Murid-murid senior seperti al-Humaidī meriwayatkan darinya sebelum masa perubahan itu.
- Karena itu, para ulama tetap menilainya tsiqah tanpa penurunan derajat signifikan.
Analisis Teknis dalam Ilmu Hadits
Kekuatan beliau:
- Hafalan sangat kuat di masa mudanya
- Sanad tinggi (‘āli)
- Banyak meriwayatkan dari tabi‘in besar
- Memahami makna hadits (faqīh al-ḥadīth)
- Jarang melakukan kesalahan fatal
Jumlah Hadits Yang Diriwayatkan :
Bukhari : 416
Muslim : 459
Abu Dawud : 212
Tirmidzi : 279
Nasa'i : 391
Ibnu Majah : 298
Imam Ahmad : 821
Imam Malik : -
Darimi : 129

0 Komentar